UPRI Makassar Terima SK Mendikbudristek Tentang Izin Pembukaan Prodi K3, Kepala L2dikti Wilayah IX: lni Kampus Pertama di Indonesia Timur

Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma (YPTKD) Makassar, menggelar penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 793/E/O/22 tentang izin pembukaan Program Studi (Prodi) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Program Sarjana pada Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI).

Gelaran dilaksanakan di Aula Kampus II UPRI, Jalan Nipah-nipah Antang, Kota Makassar. Rabu, (16/11/22).

SK tersebut diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2dikti) Wilayah IX Kota Makassar Drs. A Lukman., M.Si, dan diterima langsung oleh Rektor UPRi, Muh Darwis Nurtinri, S. Sos,. M.Si.

Turut hadir, Ketua YPTKD,. Dra. Hj Halijah Nur Tinri., M.Si, para Wakil Rektor, para Dekan dan Dosen lingkup UPRI.

Dalam sambutannya, Kepala L2dikti Wilayah IX, Andi Lukman memberikan apresiasi kepada Rektor dan seluruh jajaran UPRI atas usulan Prodi K3 yang saat ini telah disetujui dan telah diterbitkan SK nya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Menurutnya, Kampus UPRI Makassar adalah Kampus pertama yang membuka Prodi K3, untuk Wilayah Indonesia Timur. Ia berharap kedepannya UPRI akan mengusulkan lagi Program Studi yang unik yang mungkin banyak diminati oleh calon mahasiswa.

“Saat ini untuk usulan-usulan Prodi di Kementerian Dikbudristek percepatannya luar biasa cepat, Prodi K3 yang di usulkan UPRi ini saja, baru 2 bulan, sudah di terbitkan SK nya,” ungkap Andi Lukman.

Sementara itu, hal senada di katakan oleh Dekan FKM UPRI Makasar, Ali Imran Thamrin, ia menyampaikan usulan ke Mendikbudristek untuk Prodi K3, sudah di persiapkan selama setahun, tapi untuk Followupnya ke Mendikbudristek, itu cuma kurang lebih 2 bulan sudah dikeluarkan SKnya.

“Untuk Prodi K3, program sarjana ini, baru UPRI yang membuka dan pertama di Wilayah Indonesia Timur,” ucapnya.

Ali Imran berharap, dengan adanya Prodi K3, FKM UPRI, menjadi penopang bagi industri-industri nantinya dalam hal bagaimana mencegah kecelakaan kerja.

“Tindak lanjutnya nanti bagaimana kita menyesuaikan kurikulumnya dengan kampus merdeka,” imbuhnya.

Share: